Setapak Langkah – 25 April 2026 | Anggota Polisi Angkatan Laut (Praka) Rico Pramudia tewas dalam tugasnya di wilayah selatan Lebanon ketika sedang bertugas bersama Pasukan Pemelihara Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL). Insiden tersebut terjadi pada hari Selasa, 23 April 2024, setelah serangan udara yang dilancarkan oleh Israel menimpa area di sekitar perbatasan Lebanon‑Israel.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) segera mengonfirmasi meninggalnya Praka Rico melalui pernyataan resmi. Dalam pernyataan tersebut, Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa Indonesia mengutuk keras serangan Israel yang menimbulkan korban jiwa, termasuk prajurit perdamaian Indonesia, dan menuntut penyelidikan menyeluruh oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
- Praka Rico Pramudia, 31 tahun, merupakan anggota Batalion 5 Polri yang ditugaskan di UNIFIL sejak 2022.
- Insiden menewaskan satu prajurit Indonesia dan beberapa warga sipil Lebanon.
- Israel menolak bertanggung jawab atas serangan tersebut, menyatakan bahwa sasaran mereka adalah fasilitas militer Hizbullah.
Kemlu menekankan bahwa Indonesia selalu mendukung penyelesaian damai atas konflik di Timur Tengah dan menolak segala bentuk kekerasan yang mengancam keamanan warga sipil maupun personel misi perdamaian. Pemerintah Indonesia juga menyerukan agar Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang menuntut pihak terkait menghentikan tindakan militer yang dapat memperburuk situasi.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam rapat koordinasi keamanan nasional, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Praka Rico serta menegaskan komitmen negara untuk terus berpartisipasi dalam operasi perdamaian internasional.