Setapak Langkah – 24 April 2026 | Universitas Indonesia (UI) kembali menegaskan komitmennya terhadap inklusi pendidikan dengan menyiapkan serangkaian fasilitas khusus bagi peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang memiliki disabilitas. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan ujian yang lebih adil, nyaman, dan mendukung performa maksimal tiap peserta.
Berikut rangkuman fasilitas utama yang disiapkan UI:
- Registrasi dan Informasi Aksesibilitas: Portal pendaftaran UTBK UI dilengkapi fitur pembaca layar (screen reader) serta opsi bahasa isyarat untuk memudahkan calon peserta mengisi data secara mandiri.
- Transportasi dan Mobilitas: Tersedia layanan transportasi khusus yang dapat menampung kursi roda, serta jalur masuk yang dilapisi ramp ramah disabilitas di semua gedung ujian.
- Ruang Ujian Adaptif: Setiap ruang ujian dilengkapi meja yang dapat diatur ketinggiannya, pencahayaan yang dapat dimodifikasi, dan suara latar yang dapat dikontrol untuk mengurangi gangguan.
- Perangkat Bantu Teknologi: Komputer dengan perangkat lunak pembaca teks, pembesar layar, serta keyboard khusus (Braille atau tactile) tersedia untuk peserta tunanetra atau tuna rungu.
- Waktu Ujian yang Diperpanjang: Peserta dengan kebutuhan khusus diberikan tambahan waktu sesuai standar Kementerian Pendidikan, Republik Indonesia.
- Pendampingan dan Interpreter Bahasa Isyarat: Tim pendamping terlatih siap membantu peserta tunarungu selama proses ujian, termasuk penyediaan interpreter Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).
Berikut tabel yang merangkum fasilitas serta kelompok disabilitas yang mendapat manfaat:
| Fasilitas | Kelompok Disabilitas |
|---|---|
| Registrasi dengan screen reader | Tunanetra |
| Ramps & transportasi khusus | Tunaroda |
| Meja dan kursi dapat diatur | Semua jenis disabilitas |
| Software pembaca teks & pembesar layar | Tunanetra, tunadengar |
| Waktu tambahan | Semua peserta disabilitas |
| Interpreter Bahasa Isyarat | Tunarungu |
Dengan fasilitas tersebut, UI berharap dapat mengurangi hambatan fisik dan teknis yang selama ini dirasakan oleh peserta disabilitas. Pihak universitas juga menegaskan kesiapan untuk terus meninjau dan mengembangkan layanan aksesibilitas, selaras dengan kebijakan pemerintah mengenai pendidikan inklusif.
Pelaksanaan UTBK dengan fasilitas inklusif ini tidak hanya memberi peluang lebih luas bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas, tetapi juga menjadi contoh bagi institusi pendidikan tinggi lainnya dalam menciptakan ekosistem belajar yang setara.