Setapak Langkah – 24 April 2026 | Indonesia dan Korea Selatan kembali menegaskan komitmen strategis melalui program pengembangan pesawat tempur generasi keempat, KF‑21 Boramae. Kesepakatan ini menandai langkah signifikan dalam memperkuat kemandirian pertahanan kedua negara sekaligus memperluas kerja sama di bidang teknologi tinggi.
Program KF‑21 dijadwalkan menghasilkan total 120 unit pesawat, dengan Indonesia berkontribusi pada produksi sekitar 30 persen komponen struktural dan sistem avionik. Kerja sama ini mencakup transfer pengetahuan, pelatihan teknisi, dan pendirian fasilitas produksi di dalam negeri, sehingga mempercepat pengembangan industri dirgantara lokal.
Selain pengembangan platform pesawat, kedua negara menandatangani nota kesepahaman untuk kolaborasi dalam kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber. Fokus utama meliputi:
- Penerapan algoritma AI untuk peningkatan kemampuan sensor dan sistem peperangan elektronik.
- Pengembangan sistem pertahanan siber yang dapat melindungi jaringan komunikasi dan data militer.
- Riset bersama dalam bidang big data dan analisis intelijen.
Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga memperkuat posisi geopolitik kawasan Asia‑Pasifik. Dengan kemampuan produksi domestik yang lebih mandiri, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor alutsista, sementara Korea Selatan memperluas pasar ekspor teknologi pertahanan.
Keberlanjutan proyek KF‑21 dan program AI‑Cyber diharapkan dapat menciptakan ekosistem inovasi yang mendukung proyek-proyek pertahanan masa depan, sekaligus membuka peluang kerja bagi ribuan tenaga ahli di kedua negara.