Setapak Langkah – 23 April 2026 | Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah pada hari Kamis, 23 April, dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian di pasar internasional. Faktor-faktor eksternal seperti kebijakan moneter Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, dan fluktuasi harga komoditas utama berkontribusi pada volatilitas yang dirasakan oleh pelaku pasar di Indonesia.
Beberapa penyebab utama yang diidentifikasi oleh BI antara lain:
- Kebijakan suku bunga Federal Reserve yang cenderung ketat, menimbulkan arus keluar modal dari pasar negara berkembang.
- Ketegangan politik di wilayah Timur Tengah dan Ukraina yang menambah kecemasan investor global.
- Pergerakan harga minyak mentah dan logam dasar yang memengaruhi neraca perdagangan Indonesia.
- Perubahan ekspektasi inflasi global yang memicu penyesuaian portofolio.
BI menegaskan komitmennya untuk terus memantau pergerakan nilai tukar dan siap mengambil langkah kebijakan bila diperlukan, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah.
Berikut rangkuman pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam tiga hari terakhir:
| Tanggal | USD/IDR |
|---|---|
| 21 Apr 2026 | 15.250 |
| 22 Apr 2026 | 15.280 |
| 23 Apr 2026 | 15.320 |
Pengamat ekonomi menilai bahwa meskipun tekanan jangka pendek tetap ada, kebijakan moneter domestik yang prudent serta cadangan devisa yang kuat memberi ruang bagi BI untuk mengelola volatilitas tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.