Setapak Langkah – 22 April 2026 | Pertamina meluncurkan serangkaian aksi konservasi lingkungan dalam rangka memperingati Hari Bumi, dengan fokus pada pemulihan ekosistem pesisir di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Kegiatan utama meliputi penanaman ribuan bibit mangrove, penanaman lamun, serta transplantasi fragmen terumbu karang.
Berikut rincian aksi yang dilakukan:
- Penanaman 3.000 bibit mangrove untuk memperkuat garis pantai dan mengurangi erosi.
- Penanaman 1.000 bibit lamun (seagrass) yang berperan sebagai habitat bagi ikan-ikan kecil dan membantu menyerap karbon.
- Transplantasi 750 fragmen terumbu karang guna meningkatkan keanekaragaman hayati laut dan melindungi kawasan pantai dari gelombang.
Program ini didukung oleh tim ahli ekologi laut dan melibatkan relawan lokal serta mahasiswa lingkungan. Setiap bibit mangrove ditanam pada zona yang telah ditentukan berdasarkan kajian keanekaragaman hayati dan potensi pemulihan habitat. Penanaman lamun dilakukan di area dataran pasang yang kaya nutrisi, sementara fragmen terumbu karang dipindahkan ke struktur buatan yang dirancang untuk memfasilitasi pertumbuhan karang baru.
Target jangka panjang Pertamina adalah menumbuhkan lebih dari 10.000 bibit mangrove dan 2.000 bibit lamun di wilayah kepulauan selama lima tahun ke depan, serta memperluas program transplantasi terumbu karang ke pulau-pulau lain yang terdampak degradasi lingkungan.
Keberhasilan program ini diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan ke dalam strategi bisnis, sejalan dengan komitmen Indonesia menuju pembangunan berkelanjutan.