Setapak Langkah – 22 April 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai upaya strategis mengurangi ketergantungan Indonesia pada pembangkit listrik berbasis diesel dan bahan bakar fosil lainnya.
Dalam sebuah acara nasional yang dihadiri pejabat kementerian energi, Prabowo menyampaikan target percepatan program PLTS dengan tiga tahapan utama:
- Peningkatan kapasitas terpasang PLTS sebesar 5 GW dalam dua tahun ke depan.
- Pengintegrasian sistem penyimpanan energi (battery) untuk menstabilkan pasokan listrik di daerah terpencil.
- Pelibatan sektor swasta melalui insentif fiskal dan regulasi yang mendukung investasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat menurunkan konsumsi diesel hingga 15 % pada akhir 2025, sekaligus menurunkan emisi karbon nasional. Pemerintah juga berencana membangun jaringan mikro‑grid berbasis surya di pulau-pulau kecil serta wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN.
Beberapa tantangan yang diidentifikasi antara lain kebutuhan akan tenaga kerja terampil, ketersediaan lahan yang optimal, serta koordinasi antar‑instansi. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan meluncurkan program pelatihan teknis bagi teknisi PLTS dan memperkuat kerjasama dengan perguruan tinggi serta lembaga riset.
Jika target tercapai, diperkirakan biaya impor bahan bakar fosil dapat berkurang signifikan, meningkatkan kemandirian energi nasional serta menstimulasi pertumbuhan industri energi terbarukan.