Setapak Langkah – 22 April 2026 | Setelah beberapa minggu menahan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, warga Desa Pululera, Kabupaten Flores Timur, mulai menyiapkan lahan kembali untuk menanam padi, jagung, dan sayuran. Aktivitas pertanian yang sempat terhenti akibat abu vulkanik dan kerusakan infrastruktur kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Kerusakan dan Tantangan Awal
Erupsi pada akhir bulan lalu menebarkan abu tebal hingga beberapa meter, menutupi ladang, menutup saluran irigasi, dan menurunkan kualitas tanah. Banyak petani kehilangan bibit dan peralatan, sementara akses jalan utama terputus karena longsor.
Upaya Pemerintah dan Lembaga Relawan
Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta sejumlah LSM mengirimkan bantuan berupa pupuk, bibit unggul, dan peralatan pertanian ringan. Tim teknis tanah juga melakukan analisis kimia untuk memastikan keamanan lahan sebelum ditanami kembali.
Langkah-Langkah Pemulihan di Lapangan
- Menggali kembali saluran irigasi yang tersumbat abu.
- Mengolah tanah dengan bahan organik untuk menetralkan keasaman.
- Distribusi bibit padi varietas tahan abu dan pupuk bersubsidi.
- Penyuluhan teknik pertanian adaptif bagi petani setempat.
Harapan dan Prospek Ekonomi
Dengan lahan yang mulai dapat ditanami, para petani mengharapkan hasil panen pertama dapat tercapai pada musim tanam berikutnya. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi pertanian desa sebesar 15‑20% dibandingkan tahun sebelumnya, sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi pasca bencana.
Komunitas juga berencana mengembangkan pasar lokal untuk hasil pertanian, sekaligus mempromosikan wisata agro‑ekologi yang menggabungkan keindahan alam Lewotobi dengan produk pertanian organik.