Setapak Langkah – 22 April 2026 | Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang akrab dipanggil Purbaya, menanggapi penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dikeluarkan oleh World Bank. Menurutnya, World Bank secara resmi meminta maaf atas revisi tersebut yang menurunkan perkiraan pertumbuhan menjadi 4,7 persen untuk tahun mendatang.
Revisi ini muncul setelah World Bank menyesuaikan asumsi tentang kondisi global, termasuk perlambatan pertumbuhan ekonomi utama di dunia, tekanan inflasi, dan dinamika perdagangan. Pemerintah Indonesia sebelumnya mengandalkan proyeksi pertumbuhan sekitar 5,2 persen, namun penurunan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku bisnis dan investor.
Dalam pernyataannya, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tetap optimis mengenai fundamental ekonomi domestik yang kuat, seperti konsumsi rumah tangga yang solid, investasi infrastruktur yang terus berlanjut, dan reformasi kebijakan fiskal yang mendukung. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau situasi global dan menyesuaikan kebijakan jika diperlukan.
Berikut adalah perbandingan singkat antara proyeksi awal dan revisi World Bank:
| Versi | Proyeksi Pertumbuhan |
|---|---|
| Awal 2024 | 5,2 % |
| Revisi World Bank | 4,7 % |
Penurunan proyeksi ini diperkirakan dapat memengaruhi ekspektasi pasar modal, nilai tukar, dan aliran investasi asing. Namun, Purbaya menegaskan bahwa kebijakan moneter dan fiskal akan tetap terkoordinasi untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Ia juga mengingatkan bahwa faktor domestik, seperti program bantuan sosial, penurunan tarif energi, dan peningkatan produktivitas sektor manufaktur, dapat menjadi penopang pertumbuhan di tengah ketidakpastian eksternal.
World Bank mengakui bahwa estimasi sebelumnya terlalu optimis dan berjanji akan meningkatkan dialog dengan pemerintah Indonesia untuk memperbaiki model perkiraan di masa mendatang.