Setapak Langkah – 22 April 2026 | Tim peneliti dari lembaga kelautan nasional melakukan studi rekolonisasi di zona operasi kapal AMMAN untuk menilai kemampuan pemulihan alami ekosistem laut setelah aktivitas operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental, dimana panel buatan menyerupai struktur terumbu dipasang pada titik‑titik strategis dan diamati selama enam bulan.
Metode utama meliputi pemantauan pertumbuhan koral, keanekaragaman ikan, serta kualitas air. Data dikumpulkan secara berkala menggunakan sensor otomatis dan survei visual oleh penyelam terlatih.
Temuan utama
- Peningkatan tutupan koral: Rata‑rata tutupan koral naik dari 12% menjadi 27%, menandakan pertumbuhan hampir dua kali lipat.
- Keanekaragaman ikan: Jumlah spesies ikan yang tercatat meningkat dari 15 jenis menjadi 28 jenis, dengan peningkatan signifikan pada spesies karang pemakan alga.
- Kualitas air: Parameter suhu, salinitas, dan kadar nutrisi tetap stabil, sementara konsentrasi bahan organik terlarut berkurang 18%.
Data kuantitatif
| Parameter | Sebelum | Sesudah | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Tutupan koral (%) | 12 | 27 | +125% |
| Spesies ikan | 15 | 28 | +87% |
| Konsentrasi bahan organik (mg/L) | 3.5 | 2.9 | -17% |
Hasil ini mengindikasikan bahwa area operasional AMMAN memiliki potensi besar untuk pulih secara alami bila diberikan struktur penopang dan pengawasan berkelanjutan. Peneliti menekankan pentingnya integrasi kebijakan konservasi dengan operasi maritim untuk meminimalkan dampak lingkungan.
Ke depan, tim berencana memperluas cakupan studi ke wilayah lain, serta menguji efektivitas bahan panel alternatif yang lebih ramah lingkungan. Diharapkan temuan ini dapat menjadi acuan bagi industri perikanan dan energi laut dalam mengadopsi praktik yang lebih berkelanjutan.