Setapak Langkah – 21 April 2026 | Bank Negara Indonesia (BNI) meluncurkan program Anyaman Lontar yang menargetkan pemberdayaan perempuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga kini, lebih dari 430 perempuan penganyam daun lontar telah terlibat di 13 desa dan kecamatan, meningkatkan kemampuan produksi sekaligus kesejahteraan mereka.
Program ini difokuskan pada tiga pilar utama:
- Peningkatan kualitas produk anyaman melalui pelatihan teknik modern.
- Pengembangan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.
- Pemberian akses permodalan mikro bagi kelompok pengrajin.
Berikut ringkasan capaian di masing‑masing lokasi:
| Lokasi | Jumlah Perempuan |
|---|---|
| Kota Kupang | 45 |
| Desa Lamakera | 38 |
| Kecamatan Alor | 52 |
| Desa Maumere | 40 |
| Kecamatan Rote | 36 |
| Desa Timor Tengah | 34 |
| Kecamatan Sumba | 45 |
| Desa Ndao | 30 |
| Kecamatan Bima | 28 |
| Desa Sabu | 26 |
| Kecamatan Manggarai | 34 |
| Desa Larantuka | 28 |
| Kecamatan Ende | 24 |
Selain meningkatkan kualitas anyaman, BNI juga membantu pengrajin memasarkan produknya melalui platform e‑commerce dan pameran regional. Dukungan permodalan berupa kredit mikro dengan bunga bersubsidi memungkinkan para perempuan untuk membeli peralatan baru, memperluas kapasitas produksi, dan meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Dengan keberhasilan program ini, diharapkan model pemberdayaan yang berbasis kearifan lokal dapat direplikasi di provinsi lain, memperkuat ekonomi kreatif dan mengurangi kesenjangan gender di wilayah pedesaan.