Setapak Langkah – 20 April 2026 | Di sejumlah wilayah di Maluku Utara, gempa bumi yang masih terasa mengganggu proses belajar mengajar. Meskipun gempa belum sepenuhnya mereda, anak‑anak tetap berada di ruang kelas, menghadapi getaran yang menguji konsentrasi mereka.
Pemerintah pusat menanggapi situasi ini dengan menyiapkan Tim Krisis Alami (TKA) susulan. Tim ini bertugas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur sekolah, memberikan bantuan psikologis, serta mengoordinasikan penyaluran bantuan darurat ke daerah‑daerah terdampak.
Langkah‑langkah utama yang diambil oleh TKA meliputi:
- Pemeriksaan struktural pada bangunan sekolah untuk memastikan keamanan fisik.
- Penyediaan konselor atau psikolog di setiap sekolah yang terdampak untuk membantu mengurangi trauma pada siswa.
- Pendirian kelas darurat atau penggunaan gedung alternatif bila diperlukan.
- Peningkatan standar konstruksi bangunan pendidikan melalui revisi peraturan bangunan.
- Distribusi paket bantuan berupa perlengkapan belajar, makanan, dan perlengkapan kebersihan.
Selain itu, pemerintah daerah diminta untuk melakukan simulasi evakuasi secara rutin, melatih guru dan siswa dalam prosedur darurat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan gangguan belajar, melindungi keselamatan siswa, serta mempercepat pemulihan aktivitas pendidikan di wilayah yang masih bergejolak akibat gempa.