Setapak Langkah – 20 April 2026 | Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Bachtiar Utomo, menegaskan bahwa hasil pengamatan di lapangan menunjukkan persediaan beras di Indonesia berada pada level yang melimpah, meneguhkan posisi swasembada negara.
Laporan lapangan dan data produksi
- Produksi beras nasional: 37,5 juta ton
- Target pemerintah: 35 juta ton
- Stok gabah dan beras: 13,2 juta ton
- Persentase swasembada: 115 %
Dengan persentase swasembada di atas 100 %, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berpotensi mengekspor beras ke pasar regional.
Reaksi petani dan pelaku usaha
Petani di beberapa daerah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara, melaporkan hasil panen yang stabil dan kualitas gabah yang baik. Mereka menyebutkan dukungan pemerintah berupa subsidi pupuk, bantuan bibit unggul, serta kemudahan akses kredit sebagai faktor utama keberhasilan.
Pelaku usaha penggiling dan distributor beras juga menyambut baik situasi ini, karena persediaan yang melimpah memungkinkan mereka menstabilkan harga di pasar domestik dan mengurangi fluktuasi yang biasanya terjadi pada musim panen.
Langkah selanjutnya
Bachtiar Utomo menekankan pentingnya menjaga kualitas penyimpanan, memperkuat infrastruktur logistik, serta terus meningkatkan produktivitas melalui adopsi teknologi pertanian modern. Ia menambah, HKTI siap berkolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta untuk memastikan ketersediaan beras tetap terjaga dan harga tetap terjangkau bagi konsumen.