Setapak Langkah – 19 April 2026 | Mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla (JK), baru-baru ini menolak kunjungan yang dijadwalkan oleh Rismon Hasiolan Sianipar. Rismon, seorang penulis dan aktivis, berniat menyerahkan buku berjudul Gibran End Game kepada JK sebagai bentuk apresiasi dan harapan akan dukungan publik terhadap karya tersebut.
Penolakan JK memicu beragam reaksi. Sebagian pihak menilai keputusan itu sebagai sikap profesional yang menghindari konflik kepentingan, sementara yang lain mengkritik kurangnya keterbukaan mantan pejabat tinggi terhadap publik.
- Alasan JK: Menghindari campur tangan dalam urusan yang tidak berkaitan dengan tugas resmi atau kepentingan negara.
- Tujuan Rismon: Menyerahkan buku Gibran End Game yang membahas strategi politik masa depan serta mengajak diskusi terbuka.
- Reaksi publik: Beragam, dari dukungan atas prinsip netralitas hingga keprihatinan atas kurangnya dialog antara tokoh publik dan masyarakat.
Kasus ini menambah catatan panjang tentang interaksi antara tokoh politik senior dan aktivis/penulis di Indonesia. Meskipun JK menegaskan niatnya untuk tidak terlibat, peristiwa ini tetap menjadi bahan perbincangan di media sosial dan forum publik.