Setapak Langkah – 18 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan arahan khusus kepada para Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) se-Indonesia pada sebuah pertemuan yang dilaksanakan di Magelang, Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya semangat patriotisme dan rasa cinta tanah air sebagai landasan utama dalam mengawal pelaksanaan agenda Astacita.
Astacita, singkatan dari Aksi Nasional Terpadu Cita‑cita, merupakan program pemerintah yang berfokus pada percepatan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi lokal, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut presiden, keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah dan legislator yang mampu menumbuhkan rasa kebangsaan di kalangan masyarakat.
Presiden Prabowo menyampaikan beberapa poin kunci dalam arahan tersebut:
- Setiap DPRD harus menjadi garda terdepan dalam menumbuhkan nilai‑nilai kebangsaan di wilayah masing‑masing.
- Pengawasan terhadap pelaksanaan proyek Astacita harus dilakukan dengan transparan dan akuntabel.
- Kolaborasi antara eksekutif daerah, legislatif, serta sektor swasta harus ditingkatkan untuk memastikan keberlanjutan program.
- Penguatan identitas nasional melalui pendidikan, budaya, dan simbol negara harus dijadikan agenda prioritas.
Presiden juga menekankan bahwa patriotisme bukan sekadar slogan, melainkan tindakan konkrit yang tercermin dalam kebijakan publik, pelayanan publik yang berintegritas, serta semangat gotong‑royong dalam pembangunan. \”Cinta tanah air harus diwujudkan dalam setiap keputusan yang kita ambil, baik di tingkat pusat maupun daerah,\” ujar Prabowo.
Reaksi dari para Ketua DPRD yang hadir beragam. Sebagian mengapresiasi arahan tersebut sebagai dorongan moral dan politik untuk memperkuat sinergi antar lembaga. Ketua DPRD Jawa Barat, Misbahul Munir, menyatakan, \”Kami siap menjadikan patriotisme sebagai pijakan dalam setiap langkah kebijakan daerah.\” Sementara itu, Ketua DPRD Sumatera Utara, Hendri, menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran Astacita.
Para analis politik menilai arahan ini sebagai upaya pemerintah pusat untuk menegaskan kembali peran strategis pemerintah daerah dalam agenda pembangunan nasional. Mereka juga memperkirakan bahwa penekanan pada nilai patriotisme dapat meningkatkan dukungan publik terhadap proyek‑proyek infrastruktur besar yang menjadi bagian dari Astacita.
Dengan arahan ini, diharapkan seluruh DPRD di Indonesia dapat menyalurkan semangat kebangsaan ke dalam kebijakan yang lebih responsif, efektif, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.