Setapak Langkah – 18 April 2026 | Mulai 18 April 2026, tarif BBM nonsubsidi dinaikkan secara drastis oleh pemerintah, dengan kenaikan rata‑rata sekitar 30% dibandingkan harga sebelumnya. Langkah ini merupakan respons terhadap tekanan inflasi global dan kebutuhan menyesuaikan subsidi energi.
Kenaikan harga BBM non‑subsidisasi terutama menggerogoti biaya operasional kendaraan yang menggunakan mesin diesel atau memiliki konsumsi bahan bakar tinggi. Pengemudi mobil diesel kini harus menyiapkan anggaran tambahan yang cukup signifikan untuk menutupi selisih biaya per kilometer.
Berikut beberapa tipe mobil premium yang diproyeksikan akan merasakan beban biaya tertinggi:
- Mercedes‑Benz C‑Class
- BMW 5 Series
- Audi A6
- Lexus LS
- Pajero‑Fortuner
Untuk memberikan gambaran konkret, tabel di bawah ini menampilkan perbandingan harga BBM per liter sebelum dan sesudah kenaikan, serta perkiraan tambahan biaya operasional per 100 km untuk masing‑masing tipe kendaraan.
| Kategori BBM | Harga Sebelum (Rp/L) | Harga Sesudah (Rp/L) | Tambahan Biaya Operasional per 100 km (Rp) |
|---|---|---|---|
| Premium | 13.000 | 16.900 | 3.900 |
| Diesel | 12.500 | 16.250 | 3.750 |
Pengguna mobil premium dan SUV berukuran besar seperti Pajero‑Fortuner disarankan untuk mempertimbangkan strategi penghematan, antara lain melakukan perawatan mesin secara rutin, mengoptimalkan tekanan ban, atau beralih ke bahan bakar alternatif bila memungkinkan. Pada jangka panjang, perencanaan ulang penggunaan kendaraan, termasuk opsi car‑sharing atau kendaraan listrik, dapat menjadi solusi mengurangi beban biaya akibat kenaikan BBM.