Setapak Langkah – 17 April 2026 | Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengadakan Rapat Terbatas (Ratas) bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih pada Kamis, 16 April 2026, sesaat setelah kembali dari kunjungan resmi ke Rusia dan Prancis. Pertemuan ini bertujuan meninjau hasil lawatan luar negeri serta menyelaraskan kebijakan dalam tiga bidang strategis: pangan, energi, dan pendidikan.
Dalam rapat, Prabowo menekankan pentingnya ketahanan pangan nasional. Ia meminta Kementerian Pertanian untuk mempercepat program diversifikasi tanaman, peningkatan produktivitas sawah, serta penguatan jaringan distribusi hasil pertanian ke daerah‑daerah yang masih mengalami defisit pangan.
Di sektor energi, Presiden menyoroti tantangan transisi energi bersih. Menteri Energi diminta menyusun roadmap pengembangan energi terbarukan, terutama tenaga surya dan angin, serta mempercepat pembangunan infrastruktur gas cair (LNG) untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.
Pendidikan menjadi agenda ketiga yang dibahas. Prabowo menginstruksikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperluas akses digital di sekolah, meningkatkan kualitas kurikulum berbasis kompetensi, serta menyiapkan program beasiswa bagi tenaga pengajar di daerah tertinggal.
Berikut ringkasan poin‑poin utama yang disepakati:
- Penguatan ketahanan pangan melalui diversifikasi tanaman dan distribusi yang lebih efisien.
- Penyusunan roadmap energi terbarukan dan percepatan pembangunan infrastruktur LNG.
- Peningkatan akses dan kualitas pendidikan digital, serta program beasiswa bagi guru di daerah terpencil.
- Evaluasi berkala tiap tiga bulan untuk memantau pelaksanaan kebijakan.
Ratas diakhiri dengan harapan bahwa sinergi antara kebijakan luar negeri dan domestik dapat mempercepat pencapaian target pembangunan jangka menengah Indonesia.