Setapak Langkah – 17 April 2026 | Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2024 di Wisma Danantara, Jakarta. Rapat tersebut dihadiri oleh para menteri, pejabat tinggi, serta perwakilan industri terkait untuk membahas strategi hilirisasi sumber daya alam serta pengembangan teknologi waste-to-energy (WtE) sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi nasional.
Dalam pertemuan itu, Presiden menekankan pentingnya mempercepat proses hilirisasi, terutama pada sektor pertambangan dan perkebunan, agar nilai tambah dapat lebih besar di dalam negeri. Ia juga menggarisbawahi peran inovasi teknologi dalam mengubah limbah menjadi sumber energi bersih, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengatasi permasalahan pengelolaan sampah.
Poin-poin utama yang dibahas antara lain:
- Penetapan kebijakan insentif fiskal bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi WtE.
- Peningkatan kapasitas riset dan pengembangan di lembaga penelitian nasional.
- Pembentukan forum koordinasi antara pemerintah, industri, dan akademisi untuk memonitor pelaksanaan program hilirisasi.
- Strategi pemasaran produk hilir di pasar domestik dan ekspor.
Presiden juga meminta kementerian terkait untuk menyusun rencana aksi konkret dalam jangka pendek dan menyiapkan regulasi yang mendukung percepatan proyek-proyek WtE. Ia menegaskan bahwa keberhasilan inisiatif ini akan berkontribusi pada pencapaian target energi terbarukan dan peningkatan pendapatan negara.
Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk mengadakan pertemuan lanjutan dalam dua bulan mendatang guna meninjau progres implementasi kebijakan yang telah disepakati.