Setapak Langkah – 16 April 2026 | Honor meluncurkan uji coba baterai berkapasitas sangat besar, mencapai 11.000mAh, untuk generasi ponsel pintar berikutnya. Langkah ini menandai upaya perusahaan dalam menanggapi keluhan konsumen yang menginginkan daya tahan lebih lama di tengah penggunaan aplikasi berat dan jaringan 5G.
Berbeda dengan rata‑rata baterai smartphone di pasar Indonesia yang berkisar antara 4.000 hingga 5.500mAh, kapasitas 11.000mAh hampir dua kali lipat. Jika diimplementasikan, pengguna diperkirakan dapat menikmati penggunaan berkelanjutan hingga dua hari penuh tanpa perlu mengisi daya, bahkan dengan aktivitas streaming video, bermain game, dan penggunaan jaringan seluler intensif.
Tim riset Honor menyebutkan bahwa uji coba melibatkan beberapa prototipe dengan desain internal yang dioptimalkan. Beberapa inovasi utama meliputi:
- Penggunaan sel lithium‑ion berteknologi tinggi dengan kepadatan energi meningkat.
- Penataan ulang modul baterai untuk menyesuaikan ruang internal tanpa mengorbankan ukuran layar.
- Penerapan sistem manajemen daya (Power Management System) yang cerdas, mampu menyeimbangkan pengisian cepat dan perlindungan suhu.
Para ahli industri mengingatkan bahwa peningkatan kapasitas baterai tidak serta merta berarti peningkatan ukuran perangkat. “Desain tipis tetap menjadi tuntutan pasar. Honor harus menemukan cara menyeimbangkan antara volume baterai dan estetika produk,” ujar Dr. Arif Hidayat, analis teknologi di PT Riset Digital.
Selain itu, pengisian daya cepat menjadi fokus penting. Honor berencana mengintegrasikan teknologi pengisian 100W atau lebih, sehingga baterai 11.000mAh dapat terisi penuh dalam waktu kurang dari satu jam. Pengujian keamanan juga dilakukan secara ketat untuk menghindari risiko overheating atau inflasi sel.
Jika uji coba berhasil, Honor berpotensi meluncurkan ponsel pertama dengan baterai jumbo pada akhir tahun 2026, menargetkan segmen pengguna yang mengutamakan mobilitas tinggi, seperti pekerja lapangan, gamer mobile, dan traveler.
Persaingan di pasar smartphone Indonesia semakin ketat, dengan produsen lain seperti Xiaomi, Samsung, dan Oppo juga mengembangkan solusi baterai berkapasitas besar. Keberhasilan Honor dapat menjadi pembeda signifikan dalam persaingan harga dan fitur.