Setapak Langkah – 16 April 2026 | Rektorat Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) mengumumkan bahwa 16 mahasiswa mengalami pembekuan status akademik. Langkah ini merupakan bagian dari penanganan kasus kekerasan seksual yang dilaporkan di lingkungan fakultas. Pembekuan status tidak dimaksudkan sebagai sanksi akhir, melainkan sebagai tahapan prosedural untuk menjamin integritas penyelidikan.
Keputusan ini didasarkan pada regulasi internal FHUI mengenai penanganan kekerasan seksual, yang mewajibkan tindakan pencegahan segera untuk melindungi korban, saksi, dan lingkungan akademik. Regulasi tersebut menetapkan langkah‑langkah prosedural berikut:
- Penerimaan laporan dan verifikasi keabsahan laporan.
- Pembekuan sementara hak akademik mahasiswa yang dituduh sambil menunggu hasil penyelidikan.
- Pembentukan tim investigasi multidisiplin.
- Pengumpulan bukti dan kesaksian saksi.
- Penyerahan temuan kepada dewan disipliner universitas.
- Penentuan sanksi akhir, mulai dari peringatan hingga pemecatan.
Perwakilan mahasiswa menyampaikan keprihatinan bahwa pembekuan dapat mengganggu kemajuan studi mereka, terutama bila kemudian terbukti tidak bersalah. Universitas menegaskan bahwa mahasiswa yang dibebaskan dari tuduhan akan segera dipulihkan statusnya, dan kredit akademik yang hilang akan diganti.
Pakar hukum mencatat bahwa tindakan administratif semacam ini diperbolehkan dalam regulasi pendidikan tinggi Indonesia, asalkan proporsional, transparan, dan dilengkapi dengan jaminan proses hukum. Mereka juga menekankan bahwa pembekuan tidak boleh disamakan dengan putusan hukuman, melainkan sebagai langkah perlindungan selama fakta masih dikumpulkan.
Pengamat menilai pendekatan ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi Indonesia semakin proaktif dalam menanggapi kekerasan seksual, selaras dengan reformasi nasional yang mengharuskan institusi mengadopsi kebijakan berpusat pada korban.
Rektor FHUI menegaskan komitmen institusi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mengajak semua pihak untuk berkoordinasi penuh dalam proses investigasi.