histats

Semeru erupsi lima kali, tinggi letusan mencapai 1.200 meter

Semeru erupsi lima kali, tinggi letusan mencapai 1.200 meter

Setapak Langkah – 16 April 2026 | Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Pada pekan ini, petugas Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat lima kali letusan yang masing‑masing menghasilkan awan abu dan gas setinggi sekitar 1.200 meter di atas puncak.

Berikut kronologi singkat kelima erupsi tersebut:

  • Erupsi pertama: terjadi pada pagi hari, menandai munculnya awan abu tebal yang bergerak lurus ke arah barat laut.
  • Erupsi kedua: berlangsung sekitar dua jam setelah erupsi pertama, dengan peningkatan intensitas ledakan dan ketinggian awan mencapai 900 meter.
  • Erupsi ketiga: dilaporkan pada siang hari, menembus ketinggian 1.200 meter, menandai puncak aktivitas pada hari itu.
  • Erupsi keempat: terjadi pada sore hari, menghasilkan awan abu yang menyebar ke arah selatan dan memicu penurunan visibilitas di beberapa jalur lintas daerah.
  • Erupsi kelima: muncul pada malam hari, menutup rangkaian aktivitas vulkanik hari itu dengan awan abu yang lebih tipis namun tetap berbahaya bagi penerbangan.

Akibat letusan tersebut, otoritas setempat mengeluarkan peringatan bahaya vulkanik (PAV) tingkat III untuk wilayah sekitar Semeru. Lebih dari 5.000 penduduk di desa‑desa pinggiran, termasuk di Kecamatan Sumberbendo (Lumajang) dan Kecamatan Sendangbiru (Malang), dipindahkan ke posko evakuasi yang telah disiapkan di sekolah‑sekolah dan balai desa.

Tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI serta Polri melaksanakan evakuasi serta pengamanan jalur evakuasi. Selain itu, pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkala menggunakan sensor gas SO₂ dan partikel abu, dengan hasil menunjukkan peningkatan konsentrasi partikel halus di wilayah terdampak.

Sejarah mencatat bahwa Semeru merupakan gunung berapi paling aktif di Indonesia, dengan catatan erupsi signifikan pada tahun 1815, 1967, 1994, dan 2021. Letusan dengan ketinggian 1.200 meter termasuk dalam kategori letusan tipe Strombolian, yang biasanya menghasilkan lontaran batuan, abu, dan gas dalam skala menengah.

Para pakar vulkanologi menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama dalam hal pelaporan dini, penggunaan masker respirator, dan pemeliharaan jalur evakuasi. Pemerintah daerah berjanji untuk memperkuat infrastruktur posko serta meningkatkan sosialisasi prosedur darurat melalui media lokal dan media sosial.

Selama periode pemantauan berikutnya, PVMBG akan terus mengamati aktivitas magma dan tekanan gas di dalam kawah. Jika terjadi peningkatan signifikan, peringatan bahaya vulkanik dapat ditingkatkan menjadi PAV IV, yang mengharuskan evakuasi total dari zona bahaya.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *