Setapak Langkah – 15 April 2026 | Kebutuhan energi Indonesia masih sangat bergantung pada pasokan dari pasar internasional. Baik minyak mentah maupun gas cair (LPG) utama diimpor untuk menutupi defisit produksi domestik.
Data terbaru menunjukkan bahwa volume impor minyak mentah mencapai sekitar satu juta barel setiap harinya. Sementara itu, hampir tiga perempat kebutuhan LPG nasional dipenuhi lewat impor, menandakan ketergantungan yang signifikan pada sumber luar negeri.
| Komoditas | Import Harian | Persentase Kebutuhan Nasional |
|---|---|---|
| Minyak Mentah | ~1.000.000 barel | ~30‑35% |
| LPG | – | ~75% |
Ketergantungan ini menimbulkan risiko apabila terjadi fluktuasi harga atau gangguan pasokan di pasar global. Pemerintah diharapkan memperkuat kebijakan diversifikasi energi, meningkatkan investasi pada energi terbarukan, serta memperluas kapasitas produksi dalam negeri untuk mengurangi kebergantungan pada impor.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menstabilkan pasokan, menurunkan biaya energi bagi konsumen, dan meningkatkan ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.