Setapak Langkah – 14 April 2026 | Menurut proyeksi terbaru, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diperkirakan meningkat sebesar 5,54 persen pada kuartal I tahun 2026 dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Angka ini lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya dan mencerminkan dorongan positif dari sektor manufaktur, ekspor, dan konsumsi domestik.
Namun, di balik pertumbuhan yang tampak kuat, sejumlah indikator menunjukkan tekanan pada daya beli masyarakat. Inflasi yang masih berada di atas target Bank Indonesia, kenaikan harga pangan, serta penurunan indeks kepercayaan konsumen menandakan bahwa rumah tangga mungkin akan mengurangi pengeluaran non‑esensial.
| Indikator | Kuartal I 2026 | Keterangan |
|---|---|---|
| Pertumbuhan PDB | 5,54 % | Year‑on‑year |
| Inflasi | 3,8 % | Masih di atas target 3 % |
| Indeks Kepercayaan Konsumen | 95,2 | Turun 2 poin dibandingkan kuartal sebelumnya |
Para ekonom menekankan bahwa pemerintah perlu menanggapi sinyal‑sinyal ini dengan kebijakan yang menstabilkan harga pangan, memperkuat jaringan perlindungan sosial, dan meningkatkan produktivitas sektor riil. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli rumah tangga sekaligus mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.