histats

RTRW Hulu Sungai Selatan 2026-2046: Peta Jalan Pembangunan Berkelanjutan di Kalsel

RTRW Hulu Sungai Selatan 2026-2046: Peta Jalan Pembangunan Berkelanjutan di Kalsel

Setapak Langkah – 11 April 2026 | Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tengah menyusun Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) periode 2026-2046, sebuah dokumen strategis yang akan menjadi acuan utama pembangunan selama dua dekade ke depan. Draft ini diharapkan dapat menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Berikut adalah poin-poin utama yang menjadi fokus RTRW HSS:

  • Pertanian dan Perkebunan Berkelanjutan: Pengembangan lahan pertanian dengan teknik ramah lingkungan, diversifikasi tanaman, dan peningkatan nilai tambah produk lokal.
  • Pengelolaan Sumber Daya Air: Konservasi sungai, revitalisasi daerah aliran sungai (DAS), serta pemanfaatan air untuk irigasi dan energi mikro-hidro.
  • Industri Kecil dan Menengah (IKM): Fasilitasi kawasan industri ringan, akses permodalan, dan pelatihan tenaga kerja.
  • Pariwisata Alam dan Budaya: Pengembangan destinasi wisata berbasis ekowisata, peningkatan infrastruktur pendukung, serta pelestarian situs budaya.
  • Infrastruktur Transportasi: Penyusunan jaringan jalan utama, jalan desa, serta integrasi transportasi air untuk menghubungkan pulau-pulau kecil.
  • Pengelolaan Sampah dan Lingkungan: Sistem pengelolaan sampah terintegrasi, program daur ulang, dan penanaman kembali hutan kritis.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, tabel berikut merangkum sektor prioritas, target capaian, dan indikator keberhasilan yang diusulkan.

Sektor Target 2046 Indikator Keberhasilan
Pertanian Peningkatan produksi 30% dengan praktik organik Luas lahan organik, produktivitas per hektar
Perikanan Pengelolaan perikanan berkelanjutan di 80% wilayah perairan Jumlah zona konservasi, hasil tangkapan berkelanjutan
Industri Penambahan 150 IKM baru Jumlah IKM terdaftar, nilai tambah produk
Pariwisata Kenaikan kunjungan wisatawan 50% Jumlah wisatawan, pendapatan sektor
Infrastruktur Penambahan 200 km jalan desa Jalan yang terbangun, aksesibilitas desa

Proses penyusunan RTRW melibatkan serangkaian tahapan, mulai dari studi awal, konsultasi publik, hingga evaluasi teknis. Partisipasi masyarakat lokal, lembaga swadaya masyarakat, serta sektor swasta diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam menghasilkan kebijakan yang inklusif.

Jika berhasil diimplementasikan, RTRW 2026-2046 diproyeksikan akan menurunkan tingkat kemiskinan, meningkatkan indeks pembangunan manusia, serta memperkuat posisi Hulu Sungai Selatan sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *