Setapak Langkah – 11 April 2026 | Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menekankan perlunya bantuan infrastruktur bagi sektor pariwisata di Bali kepada pemerintah pusat. Komisi tersebut menilai bahwa dukungan tersebut krusial untuk mempertahankan peran Bali sebagai penyumbang utama pendapatan negara.
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor pariwisata Bali menyumbang sekitar 5,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menghasilkan lebih dari 1,3 juta lapangan kerja langsung. Namun, sejumlah tantangan seperti kemacetan, kurangnya fasilitas publik, dan kerusakan infrastruktur dasar mengancam pertumbuhan berkelanjutan.
- Mempercepat pembangunan jalan akses utama ke destinasi wisata utama.
- Menambah kapasitas dan kualitas fasilitas sanitasi serta pengelolaan sampah.
- Meningkatkan jaringan transportasi publik yang ramah lingkungan.
- Memberikan stimulus bagi rehabilitasi area pantai dan objek budaya.
Komisi V menuntut agar pemerintah mengalokasikan anggaran khusus dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun depan, serta memfasilitasi kerjasama antara pihak swasta dan lembaga keuangan untuk mempercepat realisasi proyek.
Jika permintaan ini terpenuhi, diharapkan kontribusi Bali terhadap ekonomi nasional dapat tetap stabil atau bahkan meningkat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia.