Setapak Langkah – 10 April 2026 | Baru-baru ini, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi sasaran pemerasan oleh oknum yang mengaku sebagai pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namun ternyata palsu. Kasus ini terungkap di wilayah Jakarta Barat, di mana aparat kepolisian berhasil mengamankan para pelaku beserta uang hasil pemerasan yang mencapai ratusan juta rupiah.
Modus operandi yang dipakai meliputi telepon atau pesan singkat yang mengatasnamakan KPK, meminta uang tebusan dengan dalih penyelidikan atau ancaman penahanan. Korban biasanya dipilih berdasarkan status publiknya, seperti anggota DPR, sehingga para pelaku berharap memperoleh dana dalam jumlah besar.
Polisi mengungkapkan bahwa para tersangka menggunakan identitas palsu, termasuk kartu identitas dan nomor telepon resmi KPK, untuk meningkatkan kepercayaan korban. Setelah penangkapan, barang bukti berupa uang tunai, catatan transaksi, serta perangkat elektronik yang berisi rekaman percakapan disita.
Berikut langkah-langkah yang disarankan kepada anggota DPR serta masyarakat umum untuk menghindari menjadi korban pemerasan serupa:
- Verifikasi setiap panggilan atau pesan yang mengatasnamakan KPK melalui nomor resmi yang tertera di situs resmi KPK.
- Jangan pernah mentransfer uang atau memberikan data pribadi tanpa konfirmasi langsung ke kantor KPK.
- Laporkan segera kepada pihak berwajib bila menerima ancaman atau permintaan uang yang mencurigakan.
- Waspadai penggunaan bahasa formal atau tanda tangan digital yang tidak konsisten dengan prosedur resmi.
- Jaga kerahasiaan informasi pribadi dan finansial, terutama yang terkait dengan jabatan publik.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta memperkuat jaringan informasi resmi. Upaya edukasi tentang modus pemerasan ini diharapkan dapat menurunkan risiko kejadian serupa di masa mendatang.