Setapak Langkah – 10 April 2026 | Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa penguatan penerbangan domestik menjadi prioritas utama pemerintah dalam menghadapi penutupan ruang udara di beberapa negara tetangga. Penutupan tersebut diperkirakan akan mengurangi kapasitas jalur internasional sebesar 15‑20 persen selama kuartal pertama 2024.
Langkah strategis pemerintah
- Meningkatkan frekuensi penerbangan pada rute‑rute domestik utama, khususnya Jakarta‑Surabaya, Jakarta‑Medan, dan Jakarta‑Denpasar.
- Memberikan insentif subsidi bahan bakar bagi maskapai yang menambah kapasitas penerbangan dalam negeri.
- Mendorong pembentukan jaringan penerbangan regional dengan mengoptimalkan penggunaan bandara sekunder.
- Mempercepat proses perizinan bagi operator baru yang ingin memasuki pasar domestik.
Selain itu, Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk memastikan standar keselamatan tetap terjaga meskipun terjadi peningkatan frekuensi penerbangan.
Dampak terhadap ekonomi dan konektivitas
| Indikator | Perkiraan Perubahan |
|---|---|
| Jumlah penumpang domestik | +8‑10% pada 2024 |
| Pendapatan maskapai domestik | +5‑7% tahun 2024 |
| Konektivitas daerah terpencil | Meningkat, dengan penambahan 12 rute baru |
Para analis industri menilai kebijakan ini dapat menstabilkan sektor penerbangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada jalur internasional yang rentan terhadap geopolitik. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya pengawasan ketat terhadap kualitas layanan dan keselamatan penerbangan.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan jaringan penerbangan domestik Indonesia tetap beroperasi optimal, menjaga mobilitas warga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional meski terjadi penutupan ruang udara di luar negeri.