Setapak Langkah – 10 April 2026 | Beberapa menit setelah keberangkatan kereta Whoosh di jalur Jakarta‑Bandung, seorang penumpang berusaha menahan pintu kereta karena masih ada barang yang tertinggal di dalam gerbong. Tindakan tersebut mengakibatkan pintu tidak dapat menutup sepenuhnya, sehingga sistem otomatis menghentikan perjalanan kereta untuk memastikan keselamatan.
Insiden ini cepat menyebar di media sosial, menimbulkan kehebohan di kalangan penumpang dan pengguna layanan kereta cepat. Video yang memperlihatkan penumpang tersebut berusaha menutup pintu sambil menahan barang menjadi viral, sekaligus menimbulkan perdebatan mengenai etika dan prosedur keselamatan di dalam kereta.
Pihak PT Kereta Cepat Indonesia (KCIC) segera memberikan klarifikasi. Menurut pernyataan resmi KCIC, penumpang tidak diperbolehkan membuka atau menahan pintu kereta selama perjalanan. Sistem pintu dirancang untuk tertutup otomatis, dan setiap gangguan dapat memicu prosedur penghentian kereta demi keselamatan semua penumpang.
- Jangan membuka atau menahan pintu kereta saat berada di dalam gerbong.
- Jika ada barang tertinggal, laporkan kepada petugas di stasiun terdekat setelah kereta berhenti.
- Patuhilah arahan petugas kereta dan ikuti prosedur evakuasi bila diperlukan.
KCIC menegaskan bahwa pelanggaran aturan ini dapat dikenai sanksi administratif, termasuk denda atau larangan penggunaan layanan kereta cepat. Selain itu, pihak perusahaan terus melakukan sosialisasi lewat media sosial dan papan informasi di stasiun untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mematuhi aturan keselamatan.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa keselamatan transportasi publik tidak hanya menjadi tanggung jawab operator, tetapi juga seluruh pengguna layanan. Dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, gangguan seperti ini dapat diminimalisir, memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan kereta cepat di Indonesia.