Setapak Langkah – 09 April 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia akan tetap menjadi negara yang aman meski dunia berada di ambang Perang Dunia Ketiga. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, menanggapi spekulasi mengenai dampak geopolitik global terhadap keamanan nasional.
Beberapa faktor kunci yang menjadi dasar keyakinan Prabowo meliputi:
- Posisi geografis strategis: Terletak di antara Samudra Pasifik dan Hindia, Indonesia berada di jalur perdagangan maritim utama yang memungkinkan kontrol dan pengawasan yang efektif.
- Dukungan investasi global: Aliran investasi asing langsung (FDI) yang signifikan memperkuat infrastruktur dan ekonomi, menjadikan negara ini menarik bagi investor meski kondisi dunia tidak stabil.
- Kekuatan pertahanan: Modernisasi alutsista militer dan kerja sama pertahanan dengan negara sahabat meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman eksternal.
- Kebijakan luar negeri non‑konfrontatif: Indonesia terus mengedepankan diplomasi damai, mediasi konflik, serta peran aktif dalam organisasi internasional.
- Stabilitas politik domestik: Pemerintahan yang berfokus pada pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat memperkuat kohesi sosial.
Prabowo juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen bangsa, termasuk sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil, dalam mendukung upaya pertahanan negara. Ia menutup pernyataan dengan harapan bahwa Indonesia dapat menjadi “pulau aman” yang tetap terbuka bagi perdagangan dan investasi meski situasi global mengalami ketegangan.