Setapak Langkah – 09 April 2026 | Ratusan mahasiswa beserta anggota Koalisi Masyarakat Sipil berkumpul di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta pada hari Senin, menuntut penyelidikan menyeluruh terhadap insiden penyiraman air keras yang menimpa aktivis Andrie Yunus. Demonstrasi tersebut menjadi simbol kegelisahan publik atas perlindungan hak asasi manusia dan akuntabilitas aparat keamanan.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan orasi singkat dari perwakilan mahasiswa yang menekankan pentingnya keadilan bagi korban serta penegakan hukum tanpa pandang bulu. Selanjutnya, para peserta demo menyuarakan beberapa tuntutan utama, antara lain:
- Pengusutan tuntas oleh pihak berwenang, termasuk identifikasi pelaku dan motif di balik penyiraman air keras.
- Penerapan prosedur investigasi independen yang melibatkan lembaga hak asasi manusia.
- Pemberian kompensasi dan pemulihan medis bagi Andrie Yunus serta keluarga.
- Pembentukan mekanisme pengawasan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Koalisi Masyarakat Sipil menambahkan bahwa insiden ini mencerminkan pola kekerasan yang semakin mengkhawatirkan terhadap aktivis dan jurnalis. Mereka menekankan bahwa MK, sebagai lembaga penjaga konstitusi, harus memastikan bahwa hak konstitusional setiap warga negara terlindungi.
Pengamat politik menilai bahwa demonstrasi ini dapat menambah tekanan pada pemerintah untuk memperbaiki kebijakan penegakan hukum dan menghindari penggunaan kekerasan berlebihan. Sementara itu, perwakilan kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas pelaku atau langkah-langkah yang akan diambil.
Demonstrasi berakhir secara damai pada pukul 12.30 WIB tanpa adanya insiden keamanan yang signifikan. Para peserta kembali ke kampus masing-masing dengan harapan agar proses penyelidikan segera diluncurkan dan keadilan dapat ditegakkan.