Setapak Langkah – 06 April 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengadakan pertemuan dengan sejumlah pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada hari Senin, 5 April 2024. Tujuan utama pertemuan adalah membahas formulasi harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang akan diterapkan secara nasional.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan utama jaringan SPBU, asosiasi industri, serta pejabat senior Kementerian ESDM. Diskusi berfokus pada tiga aspek utama: penentuan margin keuntungan yang wajar, mekanisme penyesuaian harga berdasarkan fluktuasi harga minyak dunia, serta upaya menjaga kestabilan pasokan di seluruh wilayah Indonesia.
- Margin keuntungan: Pengusaha menekankan pentingnya margin yang cukup untuk menutup biaya operasional, termasuk biaya logistik, penyimpanan, dan tenaga kerja.
- Penyesuaian harga: Ditekankan perlunya mekanisme penyesuaian yang responsif terhadap perubahan harga crude oil internasional, namun tetap menghindari volatilitas berlebihan bagi konsumen.
- Kestabilan pasokan: Strategi distribusi dan stok cadangan dibahas untuk mencegah kelangkaan di daerah terpencil.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menyusun kebijakan harga BBM nonsubsidi yang transparan dan berbasis data. Ia juga menyampaikan bahwa formula harga akan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
| Komponen | Persentase Perkiraan |
|---|---|
| Harga crude oil dunia | 50‑55% |
| Biaya transportasi dan logistik | 15‑20% |
| Biaya operasional SPBU | 10‑12% |
| Margin keuntungan wajar | 5‑7% |
| Pajak dan pungutan negara | 10‑12% |
Hasil diskusi diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan regulasi yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Pemerintah menargetkan agar harga BBM nonsubsidi tetap kompetitif, sekaligus memastikan kelangsungan usaha para pengelola SPBU.
Langkah selanjutnya meliputi penyusunan draft kebijakan, konsultasi lanjutan dengan stakeholder, dan uji coba implementasi di beberapa wilayah prioritas. Jika berhasil, kebijakan tersebut akan diterapkan secara nasional pada kuartal berikutnya.