Setapak Langkah – 06 April 2026 | Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, pada Sabtu (4 April) secara tegas mengutuk serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel di wilayah yang berdekatan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Iran serta menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan regional.
Araghchi menekankan bahwa serangan tersebut tidak hanya membahayakan fasilitas nuklir penting, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak dapat diprediksi bagi penduduk sipil di sekitarnya. Ia menambahkan bahwa Iran akan terus memantau situasi secara cermat dan menyiapkan langkah-langkah diplomatik yang diperlukan untuk menanggapi aksi tersebut.
- Serangan terjadi di dekat PLTN Bushehr, yang merupakan satu‑satunya pembangkit tenaga nuklir di Iran.
- Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel bertanggung jawab atas aksi yang dianggap provokatif.
- Menlu Iran menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan nasional.
Selain mengekspresikan kecaman, Araghchi mengingatkan komunitas internasional akan pentingnya menegakkan prinsip non‑intervensi dan menghormati hak setiap negara untuk mengelola sumber energinya secara damai. Ia juga meminta semua pihak untuk menahan diri dan menghindari eskalasi yang dapat memperparah ketegangan di kawasan Teluk Persia.
Serangan ini menambah daftar insiden militer yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir, meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas geopolitik dan risiko konfrontasi lebih luas.