Setapak Langkah – 06 April 2026 | Dua badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni Kantor Koordinasi Bantuan Kemanusiaan (OCHA) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyampaikan pada Sabtu (4/4) bahwa setidaknya 2.042 orang telah tewas dan 785 lainnya luka-luka akibat serangan yang menargetkan layanan medis di Sudan sejak konflik pecah pada awal tahun ini.
Serangan tersebut mencakup pengeboman, penembakan, dan penyerangan langsung terhadap rumah sakit, klinik lapangan, serta kendaraan ambulans. Beberapa fasilitas kesehatan utama di wilayah Darfur, Kordofan, dan Khartoum dilaporkan hancur total, memaksa tenaga medis mengungsi atau menghentikan layanan secara mendadak.
Akibat hilangnya layanan medis, warga sipil yang membutuhkan perawatan darurat, seperti persalinan, operasi caesar, atau pengobatan penyakit menular, terpaksa menunggu berhari‑hari atau harus menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan bantuan. Kondisi ini meningkatkan risiko penyebaran wabah dan memperburuk angka kematian pada kelompok rentan, termasuk anak‑anak dan lansia.
- Penghentian segera semua serangan terhadap fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan kendaraan ambulans;
- Penegakan penuh Hukum Humaniter Internasional yang melarang penargetan layanan medis;
- Pembukaan koridor kemanusiaan yang aman untuk pengiriman obat, vaksin, dan perlengkapan medis;
- Penyelidikan independen terhadap setiap insiden pelanggaran dan pertanggungjawaban pelaku;
- Peningkatan pendanaan darurat bagi organisasi bantuan untuk menutupi kekurangan medis yang kritis.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Kematian | 2.042 orang |
| Korban luka | 785 orang |
| Fasilitas kesehatan hancur | Lebih dari 150 lokasi |
PBB menegaskan bahwa serangan terhadap layanan medis tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga memperparah krisis kemanusiaan yang sudah memuncak. Negara‑negara donor dan lembaga internasional diimbau untuk memperkuat dukungan logistik dan finansial, serta menekan semua pihak yang terlibat agar mematuhi prinsip netralitas dan perlindungan bagi tenaga kesehatan.