Setapak Langkah – 06 April 2026 | Angkatan bersenjata Iran menembak jatuh pesawat angkut militer C-130 Hercules buatan Amerika Serikat pada tanggal yang belum dipublikasikan di wilayah udara selatan Iran. Pesawat tersebut merupakan penerbangan kedua dalam rangka operasi logistik yang melintasi wilayah tersebut dalam seminggu terakhir.
Pesawat C-130 yang berangkat dari pangkalan di wilayah barat Iran dan ditujukan untuk mengangkut perlengkapan militer dilaporkan berada pada ketinggian rendah ketika terdeteksi oleh radar pertahanan Iran. Menurut pernyataan komando militer Iran, pesawat dianggap melanggar wilayah udara kedaulatan negara dan menolak perintah untuk turun.
Komando militer Iran menyatakan bahwa keputusan menembak jatuh diambil setelah upaya peringatan melalui radio tidak diindahkan. “Kami menegaskan hak kami untuk melindungi wilayah udara nasional, dan tindakan tembakan dilakukan sesuai prosedur operasional standar,” ujar juru bicara militer dalam konferensi pers.
Pihak Amerika Serikat melalui Pentagon menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan menuntut penyelidikan independen. Washington menegaskan bahwa pesawat tersebut sedang menjalankan misi non‑kombat dan tidak mengancam keamanan Iran. Beberapa negara sekutu menambahkan keprihatinan mereka atas peningkatan ketegangan di kawasan Teluk Persia.
Insiden ini merupakan yang kedua kalinya dalam enam bulan terakhir sebuah C-130 milik AS dilaporkan ditembak jatuh oleh Iran, setelah kejadian serupa pada bulan sebelumnya yang menewaskan sejumlah personel. Berikut perkiraan jumlah korban pada insiden terbaru:
- 5 personel militer AS terbunuh
- 3 personel selamat dengan luka ringan
Para analis menilai bahwa insiden ini dapat memperburuk hubungan diplomatik antara kedua negara, terutama menjelang pembicaraan kembali ke meja perundingan nuklir. Pemerintah Iran menegaskan kembali bahwa setiap pelanggaran kedaulatan akan ditanggapi dengan tindakan tegas.