Setapak Langkah – 06 April 2026 | Pada hari ini, wilayah pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, menjadi sasaran serangan udara yang dilancarkan oleh militer Israel. Serangan tersebut menewaskan empat warga sipil dan melukai sekitar tiga puluh orang lainnya, sebagian besar mengalami luka ringan hingga berat.
Lokasi yang terdampak meliputi kawasan pemukiman di sekitar Beirut Selatan, dengan bangunan rumah tinggal dan fasilitas umum mengalami kerusakan signifikan. Tim medis darurat segera dikerahkan ke lokasi untuk memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.
Berikut rangkuman data korban yang diketahui:
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Korban meninggal | 4 orang |
| Korban luka-luka | ≈30 orang |
Pihak berwenang Lebanon, melalui Kementerian Pertahanan, menyatakan bahwa serangan ini merupakan pelanggaran kedaulatan negara dan menuntut klarifikasi serta pertanggungjawaban dari pihak Israel. Menteri Luar Negeri Lebanon menambahkan bahwa Lebanon siap mengambil langkah diplomatik maupun hukum internasional untuk menanggapi insiden tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang terus meningkat antara Israel dan kelompok militan di wilayah Gaza, yang telah memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik ke Lebanon, terutama mengingat keberadaan Hezbollah di negara tersebut. Sebelumnya, Israel telah melakukan serangkaian serangan balasan terhadap target-target yang diduga terkait dengan jaringan militer Hezbollah di Lebanon Utara.
Komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyerukan penahanan kekerasan dan perlindungan terhadap warga sipil. Sekretaris Jenderal PBB menegaskan pentingnya dialog dan upaya diplomatik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, pihak militer Israel belum memberikan pernyataan resmi mengenai motif atau sasaran spesifik dari serangan tersebut. Sementara itu, warga Beirut terus berduka atas kehilangan anggota keluarga dan berusaha memulihkan kehidupan sehari-hari pasca serangan.