Setapak Langkah – 05 April 2026 | Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan harapannya agar peristiwa tragis yang menimpa prajurit TNI di Lebanon tidak terulang kembali. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang diadakan di Istana Kepresidenan, Yogyakarta, beberapa hari setelah tiga anggota Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) yang merupakan TNI tewas dalam serangan roket pada 25 Oktober 2023.
Keprihatinan Gubernur terhadap Korban
Gubernur DIY menegaskan rasa duka yang mendalam atas kehilangan para pahlawan bangsa. Ia menambahkan, “Kami segenap warga Yogyakarta turut berduka dan mendoakan agar keluarga para almarhum diberikan kekuatan serta ketabahan.” Selanjutnya, beliau menekankan pentingnya langkah-langkah preventif untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Seruan untuk Penguatan Keamanan di Misi Perdamaian
Dalam sambutannya, Buwono X menyoroti perlunya peningkatan protokol keamanan bagi pasukan perdamaian Indonesia di luar negeri. Ia mengusulkan agar pemerintah pusat meningkatkan koordinasi dengan lembaga internasional serta memperkuat pelatihan taktis bagi personel yang ditempatkan di zona konflik.
Tanggapan Pemerintah Pusat
Menanggapi pernyataan gubernur, Menteri Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa pemerintah terus memantau situasi di Lebanon secara intensif. Pemerintah berkomitmen untuk meninjau kembali penempatan pasukan, memperketat prosedur evakuasi, dan meningkatkan dukungan logistik bagi TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL.
Harapan untuk Masa Depan
Gubernur DIY berharap peringatan ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu mendukung para pahlawan yang bertugas di luar negeri, serta memastikan bahwa keamanan dan keselamatan mereka menjadi prioritas utama.