Setapak Langkah – 05 April 2026 | Survei terbaru yang dipimpin oleh akademisi Albertus Wahyurudhanto menunjukkan Operasi Ketupat 2026 berhasil secara signifikan berkat penerapan sistem pemantauan lalu lintas secara real‑time dan teknologi predictive traffic policing oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
- Pengurangan pelanggaran: turun 27% dibandingkan operasi sebelumnya.
- Penurunan kecelakaan lalu lintas: 15% lebih rendah selama periode operasi.
- Peningkatan respons petugas: rata‑rata waktu respon turun menjadi 3,2 menit.
Albertus menegaskan bahwa metodologi penelitian yang diterapkan bersifat objektif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan aparat, serta analisis statistik independen.
Implementasi teknologi ini juga mencakup integrasi data dari aplikasi transportasi daring, yang memberikan gambaran lebih lengkap tentang pola pergerakan kendaraan di jalan raya. Hasil analisis prediktif kemudian disajikan dalam dashboard interaktif yang dapat diakses oleh unit kontrol operasional Polri secara real‑time.
Para pakar keamanan publik memandang langkah ini sebagai terobosan dalam upaya meningkatkan efektivitas penegakan hukum di bidang transportasi, sekaligus memberikan contoh bagi instansi lain dalam memanfaatkan big data dan kecerdasan buatan untuk kebijakan publik.
Meski demikian, survei juga mengidentifikasi tantangan, antara lain kebutuhan akan infrastruktur jaringan yang lebih handal, serta perlindungan data pribadi pengguna jalan. Rekomendasi selanjutnya mencakup peningkatan kapasitas server, pelatihan intensif bagi petugas, dan penyusunan regulasi yang menyeimbangkan keamanan dan privasi.