Setapak Langkah – 04 April 2026 | Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia menegaskan kembali pentingnya kerja sama dengan Kepolisian Makau (MJP) dalam upaya memperkuat jaringan kontraterorisme serta melindungi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri.
Kolaborasi ini muncul sebagai respons atas meningkatnya ancaman terorisme lintas negara, khususnya di wilayah Asia Tenggara yang menjadi jalur transit utama bagi jaringan radikal. Makau, sebagai salah satu pusat perdagangan internasional, memiliki peran strategis dalam mengawasi pergerakan orang dan barang yang berpotensi disalahgunakan.
Berikut poin-poin utama yang menjadi fokus kerja sama antara BNPT dan MJP:
- Berbagi intelijen secara real‑time mengenai aktivitas kelompok teror yang beroperasi di atau melalui wilayah Makau.
- Peningkatan kapasitas aparat keamanan Makau melalui pelatihan taktik kontra‑terorisme yang disesuaikan dengan standar BNPT.
- Penetapan protokol khusus untuk penanganan WNI yang menjadi korban atau saksi dalam insiden terorisme.
- Pembentukan unit respons cepat gabungan yang dapat dikerahkan dalam situasi darurat.
- Penyuluhan kepada komunitas Indonesia di Makau mengenai bahaya radikalisme dan langkah pencegahan yang dapat diambil.
Implementasi langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat menurunkan risiko serangan teror di kawasan, sekaligus memberikan rasa aman bagi WNI yang bekerja atau berwisata di luar negeri. Selain itu, kerja sama ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan keamanan regional, sejalan dengan komitmen ASEAN untuk menanggulangi terorisme secara kolektif.
BNPT menekankan bahwa keberhasilan kolaborasi ini tidak hanya bergantung pada pertukaran informasi, melainkan juga pada sinergi kebijakan, dukungan diplomatik, serta keterlibatan aktif masyarakat Indonesia di luar negeri. Dengan demikian, upaya preventif dapat lebih terukur dan responsif terhadap dinamika ancaman yang terus berkembang.