Setapak Langkah – 01 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyampaikan undangan kepada Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Undangan ini merupakan lanjutan dari upaya memperkuat hubungan strategis antara kedua negara, terutama di bidang ekonomi, keamanan, dan kerjasama multilateral.
Prabowo menekankan bahwa kunjungan tersebut diharapkan dapat memperdalam dialog bilateral serta membuka peluang investasi baru bagi perusahaan Jepang di sektor energi, infrastruktur, dan teknologi. Ia juga mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan delegasi Indonesia kepada pejabat Jepang pada pertemuan sebelumnya.
Agenda yang direncanakan meliputi:
- Pembahasan paket investasi bersama senilai miliaran dolar AS, khususnya di bidang energi terbarukan dan transportasi massal.
- Koordinasi keamanan maritim di wilayah Asia‑Pasifik, termasuk upaya melawan penyelundupan dan perompakan.
- Kerjasama dalam bidang pendidikan dan pertukaran budaya, guna meningkatkan pemahaman masyarakat kedua negara.
- Evaluasi partisipasi Indonesia dalam forum regional seperti G20, ASEAN‑Japan, dan APEC.
Selain itu, Prabowo berharap kunjungan ini dapat memperkuat dukungan Jepang terhadap program pembangunan infrastruktur Indonesia, seperti proyek kereta cepat dan pembangunan pelabuhan baru. Ia menambahkan bahwa hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jepang telah mencatat pertumbuhan positif, dengan perdagangan bilateral mencapai lebih dari US$ 30 miliar pada tahun terakhir.
Dalam sambutannya, Sanae Takaichi menyatakan kesiapan pemerintah Jepang untuk memperluas kerjasama serta menegaskan komitmen Jepang dalam mendukung stabilitas regional. Kedua pemimpin sepakat untuk menyiapkan agenda kerja yang konkret dan menindaklanjuti hasil pertemuan melalui mekanisme kerja bersama.
Kunjungan kenegaraan ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada kuartal kedua tahun 2024, dengan harapan dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak serta memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis utama Jepang di kawasan Asia Tenggara.