Setapak Langkah – 31 Maret 2026 | Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan) telah mengonfirmasi adanya dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tewas dalam pelaksanaan misi kemanusiaan di Lebanon. Kedua prajurit tersebut merupakan bagian dari pasukan Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Force Lebanon (UNIFIL) dan sedang melaksanakan tugas bantuan logistik serta evakuasi warga sipil.
Insiden ini menambah deretan korban TNI di Lebanon, yang sebelumnya telah melaporkan satu prajurit tewas pada bulan Januari 2024. Total korban TNI dalam misi UNIFIL kini menjadi tiga orang.
Berikut rangkuman kronologis kejadian:
- 27 Maret 2024 – Serangan artileri di wilayah selatan Beirut menewaskan dua prajurit TNI.
- 28 Maret 2024 – Tim medis UNIFIL memberikan pertolongan pertama, namun kondisi korban tidak dapat diselamatkan.
- 29 Maret 2024 – Kemhan mengeluarkan pernyataan resmi dan menegaskan dukungan penuh bagi keluarga korban.
Kemhan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi dalam operasi perdamaian PBB serta menolak segala bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan personel militer. Pihak kementerian juga mengumumkan akan memberikan bantuan moral dan material kepada keluarga almarhum, termasuk pensiun dan tunjangan khusus.
Sementara itu, pemerintah Lebanon menyampaikan rasa duka cita mendalam atas kehilangan tersebut dan berjanji akan meningkatkan koordinasi keamanan dengan pasukan perdamaian PBB untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.