histats

Dua Preman Pemalak Pemudik di Tanah Abang Ditangkap, Pelaku Ketiga Masih Diburu Polisi

Dua Preman Pemalak Pemudik di Tanah Abang Ditangkap, Pelaku Ketiga Masih Diburu Polisi

Setapak Langkah – 30 Maret 2026 | Polisi Metro Jakarta Pusat mengonfirmasi bahwa dua orang preman yang diketahui melakukan aksi pemalak (perampokan) terhadap pemudik di kawasan Tanah Abang pada pekan lalu telah berhasil ditangkap. Kasus ini menarik perhatian publik setelah video aksi pemalak yang menuntut uang pelat luar mobil sebesar Rp300.000 menjadi viral di media sosial.

Penangkapan dilakukan pada Senin (31 Maret 2026) setelah tim gabungan Polres Metro Jakarta Pusat dan Unit Reskrim bekerja sama dengan saksi mata serta rekaman CCTV di lokasi. Kedua tersangka, yang diidentifikasi dengan inisial R (28 tahun) dan D (26 tahun), diketahui merupakan anggota kelompok preman yang sering beroperasi di sekitar Pasar Tanah Abang dan Jalan Jenderal Sudirman.

Rangkaian Kejadian

Pada Jumat (28 Maret 2026) sekitar pukul 17.30 WIB, seorang pengemudi truk angkutan barang melaporkan bahwa ia dipaksa turun dari kendaraannya oleh sekelompok orang yang mengancam dengan senjata tajam. Para preman menuntut pembayaran uang pelat luar mobil (biaya parkir tidak resmi) sebesar Rp300.000. Pengemudi yang menolak membayar kemudian diserang dengan golok, namun berhasil melarikan diri ke arah Jalan Kebon Kacang.

Kasus serupa terjadi pada Sabtu (29 Maret 2026) ketika seorang supir taksi di Tanah Abang dihentikan di gerbang masuk area pasar. Preman menodongkan pisau dan menuntut uang tunai. Supir tersebut menyerahkan uang, namun preman kembali menuntut tambahan biaya “perlindungan”. Insiden tersebut terekam oleh kamera dasbor dan kemudian diunggah ke media sosial, memicu kemarahan netizen.

Penangkapan dan Penyidikan

Polisi mengamankan dua tersangka setelah melakukan penyelidikan intensif selama tiga hari. Kedua tersangka ditemukan di sebuah kos di daerah Kramat Jati, Jakarta Utara, pada pagi hari setelah menerima tip dari warga. Selama proses penangkapan, polisi menemukan senjata tajam, uang tunai, dan sejumlah barang bukti lain yang menguatkan dugaan keterlibatan mereka dalam aksi pemalak.

Selain R dan D, polisi masih memburu satu pelaku yang diduga menjadi otak di balik jaringan pemalak tersebut. Pelaku ketiga ini diperkirakan berusia antara 30‑35 tahun dan masih menghilang sejak Jumat malam. Pihak berwenang telah mengeluarkan perintah penangkapan dan meminta bantuan publik untuk melaporkan segala informasi yang dapat membantu penangkapan.

Motif dan Dampak Sosial

  • Motif utama pelaku diduga finansial, memanfaatkan kepadatan lalu lintas dan kepadatan pemudik selama masa mudik Lebaran untuk mengekstrak uang secara paksa.
  • Kasus ini menambah kecemasan masyarakat yang sedang melakukan perjalanan pulang kampung, mengingat Tanah Abang merupakan titik persimpangan utama bagi ribuan kendaraan setiap harinya.
  • Polisi menegaskan bahwa tindakan premanisme tidak akan ditolerir, dan proses hukum akan dijalankan secara tegas untuk memberi efek jera.

Reaksi Masyarakat dan Pemerintah

Berbagai kelompok masyarakat mengkritik kurangnya pengamanan di area strategis seperti Tanah Abang. Ketua RT setempat, Budi Santoso, menyerukan peningkatan patroli kepolisian serta penambahan CCTV di titik rawan. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melalui juru bicara, menyatakan bahwa aparat akan meningkatkan koordinasi dengan Satpol PP dan dinas perhubungan untuk memastikan keamanan pemudik.

Para korban yang menjadi sasaran pemalak melaporkan kerugian finansial dan trauma psikologis. Beberapa di antaranya meminta kompensasi dan dukungan medis. Pihak kepolisian berjanji akan memberikan perlindungan kepada saksi yang bersedia memberikan keterangan lebih lanjut.

Polisi Metro Jakarta Pusat menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan, khususnya untuk mengidentifikasi jaringan yang lebih luas serta motif di balik aksi keji ini. Pihak berwenang terus menggalang informasi melalui kanal resmi dan meminta masyarakat tidak menyebarkan video atau foto yang dapat mengganggu proses hukum.

Dengan penangkapan dua preman, diharapkan aksi pemalak di Tanah Abang dapat berkurang secara signifikan. Namun, hingga pelaku ketiga berhasil ditangkap, warga diminta tetap waspada dan melaporkan segala tindakan mencurigakan kepada pihak berwajib.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *