Setapak Langkah – 16 Mei 2026 | Jakarta, 8 Mei 2026 – Ajang WSO Indonesia Safety Culture Award (WISCA) 2026 digelar di ibu kota pada hari Jumat, mempertemukan para pemimpin industri, regulator, dan pakar keselamatan kerja. Acara ini bertujuan mengapresiasi perusahaan yang konsisten menerapkan standar keselamatan tinggi serta menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.
WISCA, yang diselenggarakan oleh World Safety Organization (WSO) bekerja sama dengan kementerian terkait, menilai partisipan berdasarkan beberapa dimensi kunci, antara lain:
- Kebijakan dan prosedur keselamatan: Kejelasan, kelengkapan, dan implementasi kebijakan internal.
- Pelatihan dan kompetensi: Frekuensi serta kualitas program pelatihan bagi karyawan.
- Insiden dan statistik kecelakaan: Penurunan angka kecelakaan kerja secara kuantitatif.
- Inovasi teknologi: Penggunaan alat atau sistem digital untuk memantau risiko.
- Keterlibatan manajemen: Peran pimpinan dalam mengawasi dan mendukung program keselamatan.
Setelah proses penilaian yang melibatkan audit lapangan, verifikasi dokumen, dan wawancara dengan staf keselamatan, dewan juri mengumumkan tiga perusahaan teratas yang berhasil meraih penghargaan:
| Posisi | Nama Perusahaan | Skor Akhir | Bidang Industri |
|---|---|---|---|
| 1 | PT. Bumi Energi Mandiri | 92,5 | Energi Terbarukan |
| 2 | PT. Konstruksi Sejahtera | 89,3 | Konstruksi |
| 3 | PT. Manufaktur Nusantara | 86,7 | Manufaktur |
Para pemenang mendapat medali perak, sertifikat penghargaan, serta kesempatan berpartisipasi dalam forum internasional tentang budaya keselamatan kerja. Selain itu, mereka akan menjadi contoh best practice bagi perusahaan lain yang ingin meningkatkan standar keamanan operasional.
Ketua panitia WISCA 2026, Budi Santoso, menekankan pentingnya budaya keselamatan yang terintegrasi ke dalam setiap lini produksi. “Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan dorongan bagi seluruh industri untuk menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama, mengurangi risiko kecelakaan, dan meningkatkan produktivitas,” ujarnya.
Pengakuan semacam ini diharapkan dapat memacu kompetisi sehat antar perusahaan, mempercepat adopsi teknologi keselamatan mutakhir, dan pada akhirnya menurunkan angka kecelakaan kerja di Indonesia.