Setapak Langkah – 07 April 2026 | Wakil Menteri Dalam Negeri Budi Hidayat menegaskan bahwa desa memiliki peran krusial dalam percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di tanah air. Menurut data Kementerian Kesehatan, sekitar 400.000 kasus baru TBC terdeteksi setiap tahun, dengan beban penyakit tertinggi berada di wilayah pedesaan.
Desa dianggap sebagai ujung tombak karena berada paling dekat dengan masyarakat, memiliki posyandu, puskesmas desa, serta kader kesehatan yang sudah terlatih. Faktor geografis dan sosial budaya di tingkat desa memungkinkan deteksi dini, penelusuran kontak, serta pemantauan kepatuhan pengobatan secara lebih efektif.
Beberapa langkah konkret yang sedang digalakkan meliputi:
- Peningkatan kapasitas kader kesehatan desa melalui pelatihan diagnostik sputum dan pemberian konseling kepada pasien TBC.
- Penerapan sistem pelaporan digital berbasis aplikasi desa untuk mempercepat alur data dari lapangan ke pusat.
- Penyuluhan intensif tentang tanda‑tanda TBC dan pentingnya pengobatan lengkap, khususnya di wilayah dengan tingkat stigma tinggi.
- Kolaborasi lintas sektor, antara perangkat desa, Dinas Kesehatan, serta lembaga sosial untuk mendukung pasien dalam hal nutrisi, transportasi, dan dukungan psikososial.
- Pengadaan fasilitas pemeriksaan sputum di puskesmas desa atau balai kesehatan terdekat untuk mengurangi jarak tempuh pasien.
Program Nasional Eliminasi TBC 2025 menargetkan penurunan prevalensi penyakit hingga 90 % serta menurunkan angka kematian akibat TBC menjadi kurang dari 5 per 100.000 penduduk. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menuntut sinergi yang kuat antara tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan desa.
Namun, tantangan masih tetap ada, antara lain keterbatasan tenaga medis di daerah terpencil, stigma sosial yang menghalangi pasien melaporkan gejala, serta kebutuhan pendanaan yang berkelanjutan untuk obat‑obatan dan alat diagnostik. Oleh karena itu, Budi Hidayat mengimbau agar alokasi anggaran desa mencakup pos kesehatan khusus TBC serta memperkuat jaringan rujukan.
Dengan mengoptimalkan peran desa, diharapkan Indonesia dapat mempercepat upaya eliminasi TBC, menjadikan kesehatan masyarakat sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.