Setapak Langkah – 28 Maret 2026 | Padang – Sebuah video yang memperlihatkan aksi pungli parkir di kawasan Pantai Padang menjadi viral pada akhir pekan kemarin, memicu reaksi cepat dari aparat daerah. Dalam hitungan jam setelah unggahan tersebut menyebar luas di media sosial, tim gabungan yang dipimpin oleh Dinas Perhubungan Kota Padang berhasil menangkap pelaku di area jembatan belakang Hotel Pangeran.
Latar Belakang Kasus
Video yang beredar menampilkan seorang pria mengenakan pakaian kasual menagih biaya parkir secara paksa kepada pengunjung yang baru saja menurunkan kendaraan di area pantai. Aksi tersebut dilakukan di tengah libur Lebaran, ketika jumlah wisatawan meningkat tajam. Penonton video menilai tindakan itu sebagai bentuk pemerasan ilegal yang merusak citra pariwisata Padang.
Penindakan Cepat dan Sinergi Lintas Instansi
Setelah video menjadi viral, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, bersama Camat Padang Barat, Camat Padang Utara, serta unsur kepolisian setempat, segera turun ke lapangan. “Alhamdulillah, berkat gerak cepat dan sinergi lintas instansi, kami berhasil menemukan oknum pelaku pada sore hari Jumat, 27 Maret 2026,” ujar Ances dalam konferensi pers singkat.
Tim gabungan tersebut melakukan penyelidikan lapangan, memeriksa rekaman CCTV, dan melacak jejak digital pelaku. Hasilnya, pada siang hari yang sama, mereka berhasil mengamankan seorang pria bernama Zidan, yang kemudian dibawa ke Mapolsek Padang Barat untuk proses selanjutnya.
Identitas Pelaku dan Motif Ekonomi
Dalam pemeriksaan awal, Zidan mengaku bukan warga lokal. Ia menyatakan berasal dari Pekanbaru, Riau, dan mengaku melakukan aksi pungli karena keterbatasan ekonomi. “Saya sedang mencari cara untuk menambah penghasilan karena kondisi keluarga di sana sulit,” katanya secara terbuka kepada petugas.
Lurah setempat, yang tidak disebutkan namanya dalam laporan resmi, menegaskan bahwa faktor ekonomi menjadi pendorong utama perilaku tersebut. “Kami memahami bahwa ada warga yang mengalami tekanan ekonomi, namun tindakan memeras pengunjung tidak dapat dibenarkan. Pemerintah berkomitmen memberikan solusi sosial bagi mereka yang membutuhkan, bukan melalui aksi ilegal,” tegasnya.
Reaksi Masyarakat dan Upaya Pemerintah
Warga dan wisatawan yang menyaksikan video menuntut penegakan hukum yang tegas. Beberapa mengajukan keluhan melalui media sosial, menyoroti pentingnya keamanan dan kenyamanan di area wisata. Pemerintah Kota Padang menanggapi dengan menyatakan bahwa penindakan terhadap Zidan merupakan contoh konkret upaya menjaga iklim pariwisata yang aman.
Selain penindakan, Dinas Perhubungan berjanji akan meningkatkan patroli di area parkir Pantai Padang, menambah signage resmi, dan memperbaiki sistem parkir berbayar yang transparan. “Kami akan mengoptimalkan koordinasi dengan Satpol PP dan kepolisian untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” tambah Ances Kurniawan.
Langkah Sosial dan Ekonomi ke Depan
Pemerintah daerah juga mengumumkan rencana program bantuan sosial bagi penduduk yang berada dalam kondisi ekonomi lemah, termasuk pelatihan keterampilan kerja dan akses ke program bantuan uang tunai. Tujuannya adalah mengurangi insentif bagi warga untuk melakukan aksi kriminal demi kebutuhan hidup.
Program tersebut akan diluncurkan pada kuartal berikutnya dengan melibatkan Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, serta lembaga keuangan mikro. Diharapkan, dengan adanya alternatif penghasilan yang sah, kasus serupa tidak akan terulang.
Kasus Zidan menjadi pengingat bahwa penegakan hukum harus diimbangi dengan upaya pemberdayaan ekonomi. Keberhasilan penangkapan cepat menunjukkan efektivitas sinergi antar‑instansi, namun tantangan sosial‑ekonomi tetap menjadi faktor penting yang perlu ditangani secara menyeluruh.
Dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan keamanan wisata dan memperkuat jaringan perlindungan sosial, diharapkan Pantai Padang dapat kembali menjadi destinasi yang nyaman bagi semua pengunjung, tanpa rasa khawatir akan praktik pungli atau tindakan kriminal lainnya.