Setapak Langkah – 05 Agustus 2026 | Stefanus Wishnu Brata Mahaprajna, seorang perwira muda Polri, resmi menyelesaikan pendidikan magisternya di bidang keamanan siber pada bulan Mei 2026 di New York University (NYU), Amerika Serikat. Lulusan terbaru dari Akademi Kepolisian (Akpol) ini menjadi contoh nyata bagaimana anggota kepolisian Indonesia kini menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan digital.
Setelah menamatkan pendidikan dasar di Akpol dengan predikat terbaik, Stefanus memilih melanjutkan studi ke luar negeri untuk memperdalam kompetensi di bidang siber. Ia diterima di program Master of Science in Cybersecurity di NYU, sebuah universitas yang dikenal memiliki laboratorium riset keamanan jaringan terdepan.
Selama masa studinya, Stefanus terlibat dalam beberapa proyek penelitian, antara lain:
- Analisis kerentanan sistem IoT pada infrastruktur kritis.
- Pengembangan model deteksi serangan siber berbasis pembelajaran mesin.
- Studi kasus mitigasi serangan ransomware pada lembaga publik.
Proyek-proyek tersebut tidak hanya menambah pengetahuan teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang dapat langsung diterapkan di Polri. Stefanus menyatakan harapannya dapat mengintegrasikan teknologi terbaru ke dalam strategi keamanan nasional Indonesia.
Keberhasilan Stefanus mendapat sambutan positif dari atasan di Polri serta kementerian terkait. Pihak kepolisian menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi siber di kalangan perwira untuk menanggulangi kejahatan digital yang semakin kompleks.
Dengan gelar magister yang baru diraihnya, Stefanus berencana kembali ke Indonesia dan bergabung dengan satuan tugas siber Polri. Ia berharap dapat menjadi penggerak utama dalam pengembangan kebijakan, pelatihan, dan operasional keamanan siber di tanah air.