Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | Para ulama Nahdlatul Ulama (NU) baru-baru ini menggelar pertemuan halaqah yang menghasilkan lima poin strategis untuk memperkuat khittah organisasi. Pertemuan tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh senior serta aktivis NU dari berbagai daerah, dengan tujuan utama meneguhkan konsistensi nilai-nilai dasar gerakan sekaligus menanggapi dinamika sosial‑politik terkini.
Kelima poin yang disepakati mencakup aspek internal maupun eksternal organisasi, yang dirangkum dalam bentuk langkah konkret berikut:
- Penguatan identitas keagamaan dan kebudayaan – menegaskan kembali komitmen NU terhadap ajaran Ahlussunnah wa Jamaah serta nilai-nilai kebudayaan lokal, serta menolak segala bentuk penyimpangan ideologis.
- Peningkatan kualitas kader – memperluas program pelatihan, pendidikan pesantren, dan beasiswa bagi generasi muda agar siap memikul tanggung jawab kepemimpinan.
- Transparansi dan akuntabilitas keuangan – menerapkan sistem audit internal yang lebih ketat, serta melaporkan penggunaan dana secara rutin kepada anggota.
- Pengembangan jaringan sosial‑media yang positif – memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan pesan damai, edukatif, dan menghindari penyebaran hoaks.
- Dialog lintas sektoral – membuka ruang komunikasi dengan lembaga pemerintah, organisasi keagamaan lain, serta masyarakat sipil untuk menciptakan sinergi dalam memajukan kepentingan umum.
Implementasi lima poin tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi perpecahan internal serta meningkatkan citra NU di mata publik. Beberapa tokoh menilai bahwa langkah ini sejalan dengan tradisi NU yang selalu menekankan musyawarah dan kebersamaan.
Ke depan, masing‑masing wilayah akan membentuk tim kerja khusus untuk mengawasi pelaksanaan poin‑poin tersebut, sekaligus melakukan evaluasi periodik setiap tiga bulan. Dengan pendekatan yang sistematis, diharapkan NU dapat mempertahankan khittahnya sebagai gerakan massa terbesar di Indonesia sekaligus berkontribusi pada stabilitas sosial‑politikal negara.