Setapak Langkah – 09 Juni 2026 | Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Brigjen TNI Muhamad Nas, pada hari ini menegaskan bahwa TNI tidak memiliki rencana apapun untuk membongkar sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) demi menggantinya dengan Komando Daerah Militer Pusat (KDMP). Pernyataan tersebut diberikan setelah beredarnya rumor yang menyebutkan bahwa militer akan menutup fasilitas pendidikan dan menggantinya dengan infrastruktur pertahanan.
Brigjen Nas menyatakan, “Tidak ada keputusan atau kebijakan resmi yang mengarahkan TNI untuk melakukan pembongkaran sekolah di NTT. Kami menghormati fungsi pendidikan sebagai prioritas utama bagi masyarakat setempat.” Ia menambahkan bahwa TNI berkomitmen untuk mendukung pembangunan wilayah melalui kerjasama dengan pemerintah daerah, bukan dengan menghancurkan aset publik.
Rumor tersebut pertama kali muncul di media sosial dan sejumlah portal online, yang mengaitkan rencana pembangunan KDMP dengan kebutuhan ruang di daerah yang strategis. Namun, tidak ada dokumen resmi atau pernyataan dari Kementerian Pertahanan maupun Pemerintah Provinsi NTT yang mendukung klaim tersebut.
Berikut beberapa poin penting terkait klarifikasi TNI:
- Tidak ada surat keputusan atau arahan internal TNI yang menyebutkan pembongkaran sekolah.
- KDMP masih dalam tahap perencanaan dan belum ada lokasi definitif yang ditetapkan.
- Pembangunan infrastruktur militer biasanya melibatkan koordinasi dengan otoritas sipil dan memperhatikan dampak sosial.
- Pendidikan tetap menjadi prioritas dalam agenda pembangunan pemerintah daerah NTT.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam kepanikan dan menenangkan masyarakat NTT yang khawatir akan kehilangan fasilitas pendidikan. Pemerintah Provinsi NTT juga menyampaikan dukungan terhadap pernyataan TNI dan menegaskan komitmen untuk melanjutkan program peningkatan kualitas sekolah di wilayahnya.
Jika ada perkembangan lebih lanjut mengenai rencana pembangunan KDMP atau kebijakan terkait, pihak berwenang akan mengumumkannya secara resmi melalui kanal komunikasi resmi.