Setapak Langkah – 26 Mei 2026 | Pasangan ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, mengalihkan fokus mereka ke Indonesia Open setelah mengalami kegagalan di ajang Singapore Open pekan lalu. Kegagalan tersebut terjadi pada putaran pertama, di mana mereka kalah dari pasangan lawan yang menempati peringkat lebih tinggi.
Meski hasil tersebut mengecewakan, duo muda ini tetap optimis menjelang turnamen tandang rumah. Indonesia Open, yang diselenggarakan di Jakarta pada akhir September, menjadi kesempatan penting bagi mereka untuk memperbaiki peringkat dunia dan menambah kepercayaan diri menjelang akhir musim.
Berikut rangkuman singkat performa Tiwi/Fadia dalam beberapa turnamen terakhir:
| Turnamen | Hasil | Lawannya |
|---|---|---|
| Singapore Open 2024 | Kalah di babak 1 | Pasangan Jepang (peringkat 12) |
| Indonesia Masters 2024 | Quarterfinal | Pasangan Korea (peringkat 8) |
| Thailand Open 2024 | Perempat final | Pasangan Malaysia (peringkat 10) |
Dengan jadwal pertandingan Indonesia Open yang menampilkan sejumlah pasangan papan atas dunia, Tiwi/Fadia diperkirakan akan menghadapi tantangan berat sejak fase grup. Namun, kehadiran penonton lokal dan dukungan fanbase Indonesia menjadi faktor motivasi tambahan.
Pelatih tim nasional, Eng Hian, menilai bahwa pengalaman di Singapore Open meski berujung kekalahan, memberikan pelajaran berharga. “Mereka harus memperbaiki konsistensi servis dan koordinasi di net. Dengan persiapan yang tepat, mereka dapat bersaing melawan pasangan top,” ujarnya dalam konferensi pers pasca turnamen.
Para pemain juga menyatakan tekad kuat untuk menorehkan hasil terbaik di depan rumah. “Kami ingin membuktikan bahwa kami pantas berada di papan atas. Penonton Indonesia selalu memberi energi positif bagi kami,” kata Amallia.
Indonesia Open sendiri menjadi salah satu turnamen BWF World Tour Super 1000, yang menawarkan poin ranking signifikan. Jika Tiwi/Fadia berhasil menembus babak semifinal atau lebih, mereka tidak hanya meningkatkan peringkat dunia, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam kontingen ganda putri.