Setapak Langkah – 01 April 2026 | Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mendarat di Bandara Internasional Incheon, Seoul pada Selasa pagi sebagai bagian dari kunjungan kenegaraan ke Republik Korea. Sesampainya di terminal kedatangan, kedatangan beliau disambut dengan rangkaian 21 dentuman meriam salvo, tradisi militer yang menandakan penghormatan tinggi dalam protokol diplomatik.
Upacara penyambutan dipimpin oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan serta pejabat militer setempat. Setelah prosedur keamanan selesai, Prabowo bersama rombongan resmi melanjutkan ke gedung kedutaan Indonesia di Seoul untuk pertemuan pertama dengan duta besar Indonesia di Korea Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas agenda kerja yang meliputi peningkatan kerja sama ekonomi, teknologi, serta keamanan regional. Prioritas utama antara lain:
- Peningkatan volume perdagangan bilateral yang pada 2023 mencapai lebih dari USD 17,7 miliar.
- Pengembangan investasi bersama di sektor otomotif, elektronik, dan energi terbarukan.
- Kerjasama dalam bidang pertahanan, termasuk latihan bersama dan pertukaran intelijen.
- Peningkatan pariwisata dengan promosi destinasi budaya kedua negara.
Data perdagangan Indonesia‑Korea Selatan tahun lalu menunjukkan pertumbuhan yang stabil, seperti tercermin pada tabel berikut:
| Item | Nilai 2023 (USD) |
|---|---|
| Ekspor Indonesia ke Korea Selatan | 9,2 miliar |
| Impor Indonesia dari Korea Selatan | 8,5 miliar |
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin sejak era 1960-an, sekaligus membuka peluang baru bagi perusahaan Indonesia di pasar Korea Selatan yang terkenal kompetitif. Selain itu, Prabowo juga akan mengunjungi beberapa institusi pendidikan dan pusat inovasi teknologi untuk menjajaki kolaborasi di bidang riset dan pengembangan.
Setelah serangkaian pertemuan resmi, Presiden Prabowo dijadwalkan kembali ke Jakarta pada akhir pekan dengan membawa hasil pembicaraan yang diharapkan menjadi dasar perjanjian kerja sama yang lebih konkret.