Setapak Langkah – 20 Juni 2026 | Tim arkeolog Mesir mengumumkan penemuan sebuah kuil raksasa berusia sekitar 2.500 tahun yang tersembunyi di Gurun Barat, tepatnya di oasis Bahariya, sekitar ratusan kilometer barat daya Kairo. Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang peradaban kuno di daerah Sungai Nil.
Kuil tersebut diperkirakan dibangun pada masa Dinasti ke-26, periode Kerajaan Kecil, dan memiliki struktur megah yang mencakup ruang utama, serambi, serta relief yang masih terlihat jelas meski terkubur pasir selama berabad-abad.
- Lokasi: Oasis Bahariya, Gurun Barat Mesir.
- Usia: Sekitar 2.500 tahun (Dinasti ke-26).
- Fitur utama: Pilar batu besar, relief hieroglif, ruang upacara.
Tim arkeolog menggunakan teknologi ground‑penetrating radar (GPR) dan pemindaian 3D untuk memetakan struktur di bawah permukaan sebelum melakukan penggalian. Proses penggalian berlangsung selama tiga bulan, melibatkan lebih dari 30 ahli dari berbagai disiplin ilmu.
| Elemen | Deskripsi |
|---|---|
| Ukuran kuil | Lebar 45 meter, panjang 80 meter |
| Material | Batu pasir keras dan bata tanah liat yang dibakar |
| Relief | Menampilkan dewa Ra dan upacara persembahan |
Penemuan ini menimbulkan pertanyaan mengenai fungsi asli kuil dan hubungannya dengan situs-situs arkeologi lain di wilayah tersebut. Beberapa ahli menduga kuil tersebut berperan sebagai pusat keagamaan dan administratif bagi komunitas oasis yang makmur pada masa itu.
Para peneliti berencana melanjutkan studi lebih lanjut, termasuk analisis artefak yang ditemukan di dalam kuil, serta upaya konservasi untuk melindungi struktur dari erosi pasir. Jika berhasil, situs ini dapat menjadi destinasi wisata budaya yang menarik, sekaligus memperkaya pemahaman tentang sejarah Mesir kuno.