Setapak Langkah – 17 Mei 2026 | Kapolri menuturkan bahwa Polri tidak hanya berfokus pada tugas keamanan, melainkan juga berperan dalam penjaminan ketahanan pangan nasional. Sebagai bagian dari upaya tersebut, kepolisian membangun 28 gudang penyimpanan pangan strategis yang tersebar di berbagai provinsi.
Gudang‑gudang ini dirancang untuk menyerap surplus hasil panen, khususnya padi, jagung, dan kedelai, serta menjaga kestabilan harga dan pasokan di pasar domestik. Dengan kapasitas total lebih dari 5 juta ton, fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kekurangan pangan pada masa-masa mendadak seperti cuaca ekstrem.
- Meningkatkan daya serap hasil panen lokal.
- Menjamin ketersediaan stok pangan strategis nasional.
- Menstabilkan harga komoditas pangan.
- Mendukung program pertanian berkelanjutan.
Berikut adalah ringkasan lokasi dan kapasitas masing‑masing gudang:
| Provinsi | Kota | Kapasitas (ton) |
|---|---|---|
| Jawa Barat | Bandung | 350.000 |
| Jawa Tengah | Semarang | 300.000 |
| Jawa Timur | Surabaya | 280.000 |
| Sumatera Utara | Medan | 250.000 |
| Kalimantan Selatan | Banjarmasin | 200.000 |
| … (lainnya) | … | … |
Polri menegaskan bahwa pengelolaan gudang akan melibatkan kerja sama dengan Kementerian Pertanian, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta lembaga swasta. Sistem manajemen digital akan diterapkan untuk memantau stok secara real‑time, sehingga distribusi dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Dengan langkah ini, kepolisian berharap dapat berkontribusi pada ketahanan pangan jangka panjang, sekaligus memperkuat peran institusi negara dalam mengatasi tantangan ekonomi dan sosial yang muncul akibat fluktuasi produksi pertanian.